Perbedaan Jilbab, Hijab dan Kerudung

Tiungmode.com, Perbedaan Jilbab, Hijab dan Kerudung Sebelum mengetahui perbedaan antara Jilbab, Hijab dan kerudung, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu arti atau pengertian dasar dari masing-masing kata tersebut.

  1. Jilbab, yaitu busana wanita muslim terusan panjang yang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasanya dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat islam untuk menggunakan pakain yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab.
  2. Hijab, yaitu merupakan sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa Negara yang menggunakan bahasa Arab serta Negara – Negara Barat, kata “hijab” lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan islam dan studi syariat, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.
  3. Kerudung, yaitu memiliki arti yang hampir mirip dengan khimar, namun sesungguhnya kerudung tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, design kerudung hanya sebagai penutup kepala saja. Kerudung yang hanya sebagai penutup kepala, tidak sepanjang khimar yang mampu menutupi dada wanita sekaligus.

Mungkin itu yang dapat dijelaskan mengenai pengertian atau deskripsi singkat dari Jilbab, Hijab dan kerudung. Dari situ kita bisa melihat atau menarik kesimpulan bahwa dari masing – masing jilbab, hijab dan kerudung memiliki perbedaan yang mendasar yang menjadi pembeda dari satu dengan yang lainnya baik dari bentuk maupun maupun cara memakainya sehingga dapat diketahui bagian tubuh mana saja yang harus ditutupi ataupun tidak. Karena sampai saat ini banyak sekali muslimah yang tidak mengetahui perbedaan dari jilbab, hijab dan kerudung atau bahkan banyak yang beranggapan bahwa semuanya sama. Mereka sering gagal dalam memahami maknanya. Apalagi bagi mereka yang baru memakai jilbab atau hijab atau sedang belajar, tentunya ingin mengetahui dengan pasti perbedaan arti kata tersebut. Dengan mengetaui arti dasar dari masing – masing kata tersebut, muslimah dapat dengan mudah mengetahui perbedaan dari masing – masing kata tersebut dan dapat memilih mana yang lebih baik untuk dikenakan.

Islam tidak melarang wanita untuk berdandan atau menghias wajah, mempercantik diri dan berpenampilan menarik dan anggun. Namun semua itu harus didasari dengan niat untuk beribadah. Wanita muslimah seharusnya merasa sedang melakukan ibadah ketika sedang mengenakan busana muslimah. Beragam mode, corak dan warna busana muslimah sangat cantik dan indah dipandang mata. berbagai pasar dan pusat perbelanjaan menyediakan keleluasaan memilih bagi para muslimah, dengan begitu banyak pilihan mode yang mereka tawarkan. Dari semua mode itu tidak semua masuk kriteria. Karena ada sebagian busana muslim yang hanya mengedepankan gaya dan mode tanpa memperhatikan cara berbusana yang sesuai dengan sebagaimana telah diajarkan dalam islam. Maka dari itu muslimah harus mengetahui tata cara berpakain hijab/jilbab syar’i yang benar, karena hijab memiliki fungsi utama.

Untuk itu hal – hal yang perlu diperhatikan dalam berbusana muslimah adalah :

  1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan. Pendapat ulama yang paling kuat tentang bagian tubuh yang dikecualikan dan boleh terlihat adalah muka dan telapak tangan.
  2. Memakai kerudung sampai menutupi dada.
  3. Tidak berbahan tipis sehingga terlihat kulit dan lekukan tubuhnya.
  4. Tidak ketat sehingga tidak tergambar jelas bentuk tubuhnya. Busana ketat walaupun tidak tipis akan memperlihatkan tubuh wanita meskipun berpakaian dan menutup rambut.
  5. Tidak dimaksudkan untuk pamer atau menarik perhatian laki – laki. Wangi parfum yang berlebihan dan gaya berjalan yang dibuat – buat. Karenanya, harus dihindari agar tujuan memakai busana muslimah yaitu untuk melindungi muslimah itu sendiri tercapai.
  6. Tidak menyerupai pakaian laki – laki dan pakaian wanita – wanita kafir.

Dan perlu diketahui lagi bahwa pakaian bagi muslimah harus mengandung unsur sebagai berikut :

  1. Menjauhkan wanita dari gangguan laki – laki nakal atau jahil
  2. Membedakan antara wanita yang berakhlak terpuji dengan wanita yang berakhlak kurang baik
  3. Menghindari timbulnya fitnah seksual bagi kaum pria
  4. Memelihara kesucian agama wanita yang mengenakannya
  5. Dan juga wanita yang berbusana muslimah yang sepantasnya secara psikologis mampu menanamkan pada dirinya sikap adil, jujur, terus terang dan kokoh memegang prinsip .