Menggunakan Hijab itu Musiman atau Untuk Selamanya ?

Tiungmode.com, Menggunakan Hijab itu Musiman atau Untuk Selamanya ? – Beberapa waktu ini, hijab menjadi sebuah tren fashion untuk wanita muslim baik dari kalangan remaja hingga wanita dewasa, dari kalangan masyarakat biasa hingga public figure yang tentunya tidak mau ketinggalan ikut dalam tren ini. Hal ini seharusnya kita syukuri dan banggakan karena mulai banyak wanita muslim yang mulai sadar untuk berhijab. Tetapi tunggu dulu, apakah sebenarnya tren hijab ini dikarenakan benar – benar atas kesadaran diri atas perintah agama atau hanya mengikuti tren fashion belaka yang pada akhirnya hanya menjadi hijab musiman? Hal tersebut sangat wajar apabila kita pertanyakan, mengingat jumlah hijabers baru saat ini jumlahnya yang cukup drastic dan signifikan.

Sayangnya semua hijabers baru ini tidak berbanding lurus dengan kualitas atau pemahaman mengenai esensi dasar dari agama ini sendiri dan mengenai pemahaman agama yang memang sudah seharusnya menjadi satu paket yang komplit. Gambaran hijab secara umum ialah pakaian yang berfungsi untuk menutup aurat yang mana tidak hanya menutupi aurat melainkan harus juga menutupi lekuk tubuh yang sekiranya agak menonjol, tidak transparan dan syarat – syarat wajib hijab lainnya.

Bahkan tidak sedikit wanita muslim yang rela bertransformasi dari yang tidak berhijab menjadi berhijab hanya demi eksistensi dan pengakuan belaka. Biasanya tipikal seperti ini menggunakan hijab hanya di musim tertentu saja, seperti misalnya di bulan ramadhan hingga hari raya Idul Fitri, idul adha dan berbagai hari – hari besar Islam lainnya. Tetapi setelah musim itu berakhir mereka tidak akan sungkan untuk melepas hijabnya kembali dan berpakaian seperti semula.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59).

Kecenderungan seorang wanita ingin selalu tampil cantik otomatis memaksa mereka untuk selalu mengikuti tren yang sedang ada agar tidak tertinggal jaman. Memang agak sedikit aneh apabila kita mendengar bahwa hijab menjadi sebuah tren. Bukankah hijab merupakan pakaian yang wajib dikenakan untuk wanita muslim dari jaman dulu kala sesuai dengan perinta Allah dan mengapa baru sekarang hijab menjadi sebuah tren, bukankah ini sudah ada dari dulu dan memang seharusnya begitu.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dar padanya.” (QS. An Nuur: 31).

Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan. Berarti selain wajah dan telapak tangan termasuk aurat yang wajib ditutupi.

Memang agak miris apabila hijab hanya dijadikan sebagai ajang pencitraan dan disalahgunakan oleh oknum tertentu yang mengakibatkan citra yang kurang baik terhadap islam. Apalagi apabila hijabers yang memanfaatkan moment ini untuk mengeruk rupiah, ini bisa saja disebut perbuatan riya.

Memang tidaklah mudah bagi wanita muslim yang belum berijab tetapi harus segera mengubah penampilannya menjadi lebih agamis dan lebih baik lagi tidak mengumbar aurat. Dan harus dibarengi dengan niat yang kuat dan ternyata niat saja tidak cukup tetapi harus istiqomah, konsisten pada pendiriannya. Karena sudah dijelaskan bahwa tidak menutupi aurat merupakan dosa yang besar.

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

Sudah sangat jelas tertulis bahwa ada 2 golongan dari penduduk neraka yang pertama yaitu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan adapula wanita yang berpakaian tapi telanjang karena membangkang atau berpaling dari segala ketaatan.