Hubungan Hijab dengan Fashion

Tiungmode.com, Hubungan Hijab dengan Fashion – Trend adalah keadaan dimana suatu hal sedang banyak digemari atau sedang menjadi perhatian banyak orang. Fashion, menurut wikipedia adalah gaya berpakaian yang populer dalam suatu budaya. Secara umum, fesyen termasuk masakan, bahasa, seni, dan arsitektur. Secara etimologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mode merupakan bentuk nomina yang bermakna ragam cara atau bentuk terbaru pada suatu waktu tertentu (tata pakaian, potongan rambut, corak hiasan, dan sebagainya).

Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata “hijab” lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama. Kalau ada kata ‘hijabers’ berati itu artinya sekumpulan orang yang berkerudung, atau yang berpakaian sesuai tuntunan agama yaitu menutup aurat.

Manusia selalu mengalami perubahan-perubahan selama hidup baik secara individu maupun secara kolektif dalam konteks kehidupan bermasyarakat. (Soekanto, 2006:259). Perubahan dalam berbagai macam sektor yang terjadi pada kelompok masyarakat disebut sebagai perubahan sosial.

Perubahan sosial mencakup perubahan dalam berbagai sektor, salah satunya mode pakaian  (fashion). Fashion merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat di dunia, dengan berbagai macam jenis dan mode yang terus mengalami dinamika/perubahan. Mulai dari mode-mode yang berkiblat dari dunia timur sampai tren fashion yang diilhami bangsa Barat.

Mode sebagai bagian dari budaya popular, mengalami perkembangan yang cukup pesat ke seluruh dunia dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain media. Salah satu bentuk mode pakaian yang tengah popular saat ini adalah  tren hijab, yang tidak hanya booming di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Jilbab (hijab) tak hanya sekedar sebagai penutup kepala akan tetapi kini telah menjadi tren mode yang dapat dijangkau semua lapisan masyarakat.

Tidak hanya tren fashion, lahirnya komunitas dengan basis budaya, kesukuan, etnik, hingga komunitas hobi, gaya hidup, serta komunitas fashion kini menjadi marak. Salah satunya munculnya komunitas hijabers yang menunjukkan contoh adanya kecenderungan pergeseran pada masyarakat postmodern untuk membentuk  komunitas yang sesuai dengan identitas dan pilihan pribadinya.

Hubungan Hijab dengan Fashion

Pergeseran nilai pemakaian jilbab masa kini telah bergeser dari sebuah manifestasi perilaku menjalankan tuntunan agama menuju mode atau fashion. Dalam kaitannya dengan budaya populer dan industri budaya, penulis menilai terjadi sebuah pergeseran (shifting) dalam pemberlakuan nilai-nilai agama Islam masa kini terutama dalam perkembangan komunitas Hijabers.

Melihat fenomena komunitas jilbab kontemporer, perlu dijelaskan kepada masyarakat bahwa persepsi dan pemakaian jilbab telah mengalami pergeseran (Shifting). Karena ada upaya untuk mengaktualkan identitas islam itu melalui berbagai  tradisi seperti cara berpakaian, penggunaan bahasa dan gaya hidup. Pergeseran ini terjadi karena komunitas jilbab kontemporer lebih menekan pada komersialisasi dan entertaining semata dengan melupakan sisi religiusitas sebuah hijab.

Muncul komunitas hijabers ditengah kalangan masyarakat sedikit demi sedikit telah mengubah nilai-nilai hijab dengan pandangan mereka sendiri sehingga terjadi pergeseran makna dalam menggunakan hijab. Jika dulu hijab digunakan sebagai simbol ketaatan seorang perempuan pada aturan agama yang sudah ditetapkan pada al-qur’an, namun di zaman yang sudah modern seperti sekarang pemakaian hijab beralih menjadi suatu gaya hidup yang harus terpenuhi, karena para wanita yang menggenakan hijab dianggap sebagai seseorang yang high class karena memadupadankan pakaian muslimah dengan fashion yang stylish dan trendysesuai dengan perkembangan zaman.

Hijab dimaknai oleh kalangan masyarakat sebagai sebuah identitas dari sebuah agama, identitas dapat terbentuk dari berbagai faktor seperti faktor keluarga dan faktor lingkungan. Berkembangnya fashion di era modern ini berdampak pada tata cara menggunakan jilbab dan tata busana muslimah menjadi lebih trendy.  Namun dibalik itu semua, hijab atau jilbab merupakan sebuah identitas yang dibawa dan mencirikan setiap muslimah yang menggunakannya.

Di era globalisasi ini hijab diartikan dengan menggunakan jilbab dengan dimodifikasi, banyak juga yang mengartikan bahwa jilbab adalah hijab, namun tidak semua hijab itu jilbab karena hijab berasal kata hajaban yang berarti menutupi dengan kata lain hijab merupakan suatu alat yang digunakan untuk menutupi sesuatu.  Sedangkan jilbab berasal dari kata jilbaaba yang berarti pakaian yang lebar, tidak sempit dan menutupi seluruh bagian dari tubuh wanita muslim.