Arti Hijab Bagi Perempuan

Tiungmode.com, Arti Hijab Bagi Perempuan – Arti jilbab menurut Al Quran adalah kain yang menutup dari atas sampai bawah, tutup kepala, selimut, kain yang dipakai lapisan yang kedua oleh wanita dan semua pakaian wanita. Atau jilbab adalah pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. Sementara kerudung sendiri di dalam Al Quran disebut dengan istilah khumur. Jilbab berasal dari bahasa Arab jalaba yang berarti menghimpun atau membawa. Istilah jilbab digunakan pada negeri – negeri berpenduduk muslim lain sebagai jenis pakaian dengan penamaan berbeda – beda. Di Iran disebut chadar, di India dan Pakistan disebut pardeh.

Baju Muslim modern untuk perempuan saat ini telah banyak berkembang di Negara – Negara dengan mayoritas penduduk beragama islam seperti Indonesia. Hal ini tentunya sangat mendukung para wanita yang memiliki keinginan untuk memenuhi syariat namun sekaligus tampil dengan gaya yang menarik di depan umum. Menariknya baju muslim modern yang berkembang sekarang ini banyak mendapatkan inspirasi dari model pakaian wanita konvensional yang dipadukan sesuai dengan ketentuan – ketentuan syariat .

Wanita berjilbab lebih anggun jika menggunakan rok, baju tidak ketat, baju tidak transparan, menutupi seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan. Itulah yang dimaksud berjilbab secara kaffah. Wanita berjilbab lebih anggun dengan pakaian takwanya itu. Bukankah wanita berjilbab itu harus berpakaian tidak menyerupai laki-laki. Allah pun tidak menyukai wanita yang menyerupai laki-laki atau laki-laki yang menyerupai wanita. Sejak wanita itu memakai jilbab, maka secara otomatis wanita itu taat pada  Allah, yaitu taat pada perintah Allah yang memerintahkan muslimah memakai jilbab. Walaupun wanita itu jahat, namun dibalut dengan jilbab, maka wanita itu tetap taat pada Allah, taat khususnya dalam perintah berjilbab.

Wanita berjilbab itu lebih takwa, sebab jilbablah yang membuat mereka taqwa. Contohnya: Ketika kita enggan shalat, maka kita akan malu. Malu dengan jilbab. “Aku malu jika tidak shalat, kan aku sudah berjilbab.” Begitulah.

Lalu misalnya, ketika kita makan sambil jalan, maka hati kita akan berkata lagi, “Aku malu makan sambil jalan, kan aku sudah pakai jilbab?!” Nah, begitula jilbab menjadikan diri kita lebih taqwa. Jadi tunggu apa lagi. Taatlah sekarang juga dengan perintah Allah yang satu ini, ‘memakai jilbab’. Jangan tunggu nanti-nanti, siapa tahu dua menit lagi Anda akan mati mendadak. Jadi tidak sempat menjalankan perintah Allah yang satu ini. Wanita berjilbab itu bukan harus baik dulu, namun jilbablah yang akan menjadikan dirinya lebih baik dan lebih taqwa. Wallau a’lam.

Mendengar kata cantik, yang terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya -mata, hidung dan bibir- proporsional, sedap dipandang mata. Cantik juga dikaitkan dengan kulit yang terawatt baik, rambut hitam bercahaya, bentuk tubuh langsing dan gaya berbusana yang up to date. Tidak mudah bagi perempuan untuk menetapkan hati dan menyakinkan dirinya memakai jilbab, jilbab bukan sekedar penutup aurat tapi karena semata karena ibadah.

Banyak kaum wanita masih saja ragu dengan berjilbab sehingga seseorang tanpa keyakinan yang kuat bisa saja berbalik dari berjilbab menjadi tanpa jilbab.

Hal yang perlu digaris bawahi disini bahwa banyak faktor penting kenapa seseorang yang semula berjilbab membuka jilbabnya :

  1. Keyakinan belum kuat (masih labil)
  2. Lingkungan kerja yang tidak memperbolehkan karyawan menggunakan jilbab
  3. Masih belum bisa meninggalkan kebiasaan lama, seperti pergi berhura-hura, dsb.
  4. Keluarga tidak mengizinkan
  5. Hanya mengikuti mode
  6. Kesehatan, biasanya ada beberapa orang kalau kepala tertutup merasakan sakit kepala yang berkepanjangan.

Kalau melihat ke tujuh hal di atas, disini kita mengkaji lagi bawa seseorang yang sudah meniatkan dirinya untuk memakai jilbab, haruslah sudah memahami betul kaidah-kaidah tentang penggunaan jilbab

Perintah memakai jilbab bagi wanita muslimah telah Allah firmankan dalam kitab-Nya yang mulia Al-Qur’an dan hadits rasul-Nya.Kedudukan mengenakan jilbab (busana wanita muslimah) dihukumi wajib sama kedudukannya dengan shalat , puasa, zakat, haji(bagi yang mampu).Dan, jilbab ini bila ditinggalkan (diacuhkan) oleh seorang wanita yang mengaku dirinya memeluk agama islam maka bisa mengakibatkan pelakunya terseret dalam salah satu dosa besar karena kedudukannya yang wajib maka bila ditinggalkan akan mendapatkan adzab, laknat dan murka Allah subhanahuwata’ala.