16 Wajah Modern Di Belakang Jilbab Muslim

16 Wajah Modern Di Belakang Jilbab Muslim

Tiungmode.com, Wajah Modern Di Belakang Jilbab Muslim – Para wanita Muslim mulai mengenakan jilbab atau penutup kepala lainnya berabad-abad yang lalu untuk terus melangkah dengan kesederhanaan yang diajarkan oleh agama islam. Namun, dengan berlalunya waktu, orang mulai merangkul cara kebarat-baratan dan menutupi kepala tidak lagi menjadi pusat fokus bagi sejumlah wanita Muslim. Sebagian menamakannya pembebasan, yang lain menamainya modernisasi. Namun, ketika beberapa tahun yang lalu dunia Non Muslim menciptakan kesalahpahaman tentang hijab yang melambangkan radikalisme. Pada saat itu, sebagian besar Muslimah menjadi lebih sadar untuk memulihkan agama mereka serta identitas etnis dan kembali ke penggunaan penutup kepala untuk diri mereka sendiri. Hari ini terlepas dari negara mana mereka berada, wanita Muslim secara global telah menggunakan cara berpakaian yang lebih sederhana termasuk penggunaan jilbab, abaya dan sebagian besar dari semua jilbab.

Ada sejumlah wanita Muslim terkenal yang juga mendukung fakta bahwa menutupi kepala bukanlah pertanda penindasan atau fundamentalisme. Kenyataannya, para wanita ini menutupi kepala mereka untuk menyenangkan Allah swt, yang adalah pencipta seluruh umat manusia. Dari pembaca berita hingga aktivis politik, cendekiawan hingga ilmuwan, sejumlah besar wanita Muslim terkenal dengan bangga mengenakan jilbab di depan umum dan merasa lebih percaya diri saat menutupi kepala mereka.

Beacon Islam seperti Khadeejah, yang adalah seorang pebisnis terkenal selama masa nabi dan kemudian menjadi istrinya; Fatimah, putri Nabi Muhammad (SAW); Asma bint Abu Bakar, putri salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad (SAW), adalah teladan bagi wanita Muslim. Namun, mereka kemudian diikuti oleh para wanita kuat seperti Zaynab-al-Ghazali, yang merupakan Aktivis Islam Mesir. Dia sangat mendukung hak-hak wanita Muslim termasuk hak mereka untuk berpakaian secara konservatif.

Maryum Jameelah adalah contoh utama lainnya dari wanita modern yang mendukung jilbab. Maryum adalah wanita Yahudi Amerika pertama yang masuk Islam. Dia kemudian mengikuti ajaran Islam ke inti dan di samping itu menulis banyak buku tentang konsep-konsep Islam. Karyanya baik dibaca dan dihargai sama oleh Muslim dan non Muslim di seluruh dunia. Mantan presiden Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA), Ny. Elkadi, adalah contoh utama lain dari seorang muslimah modern yang tidak pernah terlihat tanpa jilbab. Dia aktif bekerja untuk ISNA dan mempromosikan kesederhanaan dan kesopanan untuk para wanita Muslim muda yang tinggal di Amerika.

Ini hanya beberapa contoh dari wanita Muslim saat ini yang tidak takut atau malu untuk mengenakan jilbab dalam semua keadaan. Bahkan mereka memakainya dengan bangga dan merasa terhormat untuk menjadi wanita yang terdidik dan sukses yang dapat membuat dampak pada orang lain serta memimpin dengan memberi contoh. Karena semakin banyak kisah sukses yang dipublikasikan tentang wanita berjilbab, maka akan memiliki dampak yang besar dan positif pada generasi berikutnya, mempromosikan perasaan moral dan kejujuran tentang Islam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *